Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2017

APA ITU PSIKOLOGI MANAJEMEN

Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur atau me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Psikologi manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM (Sumber Daya Manusia) ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktifitas perusahaan. Kegiatan intervensi (yang bertujuan untuk "mengolah" manusia) inilah yang menjadi titik tolak dari kajian ilmu psikologi manajemen.

Menurut Nickels, Mchugh and McHugh, manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya. Menurut Ernie Kurniawan, Manajemen adalah seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terikat dengan pencapaian tujuan. 

Kaitannya dengan psikologi : Ilmu psikologi berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai factor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, ketrampilan dengan berbagai macam teknik sehingga bisa di capai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan. Jadi, Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur atau me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

B. Pentingnya Psikologi Manajemen Dalam Kehidupan Sehari-hari



Psikologi manajemen sangat berperan penting untuk kehidupan sehari-hari guna proses mencapai keberhasilan dan mencapai tujuan. Dalam kehidupan sehari-hari manajemen harus terkoordinir dengan baik, karena dengan adanya manajemen kita dapat mengatur sesuatu dengan baik dan benar. Jika kita mau melakukan sesuatu tanpa kita rencanakan cara atau strateginya maka hal yang mau kita lakukan tidak akan ter manage dengan baik, tidak tertata dan tidak terarah tujuannya kemana dan untuk apa.  Tentu kita perlu mempelajari psikologi manajemen agar upaya yang dilakukan tidak menjadi sia-sia, dan tentunya agar strategi kita bisa tepat untuk mewujudkan target tujuan kita dengan tertata dan terarah.


C.  Contoh Manajemen Dalam Kehidupan Sehari-hari


1.      Manajemen Rumah.
Penerapan manajemen dalam rumah yang perlu diperhatikan seperti menata halaman rumah dengan baik, penataan ruang tamu, penataan tempat tidur, penataan dapur dan penataan kamar mandi/toilet.




2.      Manajemen Waktu.
Waktu merupakan hal yang sangat berharga, dari mulai kita bangun tidur sampai tidur kembali hendaknya diisi dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat secara optimal, efektif dan efisien. Orang yang bisa mengatur dan mengelola waktu dalam hidupnya dia akan mendapatkan hasil yang baik dan keberuntungan.


3.      Manajemen Uang.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia pasti mebutuhkan alat pembayaran yaitu uang. Uang digunakan dalam kehidupan sehar-hari seperti untuk membeli makan, bayar ongkos kendaraan, membayar biaya sekolah, dan keperluan lainya. Ilmu Manajemen juga diperlukan untuk memanajemen keuangan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta sebuah perencanaan dan pengawasan terhadap keuangan kita serta agar kita dapat mengetahui dengan jelas berapa besar uang yang telah kita gunakan , dan dengan memanajemen keuangan kita juga bisa mengevaluasi seberapa optimal dan efektifkah kita dalam menggunakan uang.  

NAMA  : ISMI RANJANI MAKRUF
NPM     : 15514513
KELAS : 3PA22

sumber :
http://alfarizisalman34.blogspot.co.id/2016/09/psikologi-manajemen.html 

APA ITU ORGANISASI


Dalam kehidupan sehari-hari , kata organisasi sudah sering sekali kita dengar. Sejak kita di bangku sekolah menengah pertama hingga kita menjadi seorang mahasiswa, organisasi terdapat didalamnya. Salah satu organisasi itu seperti OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah ), Himpunan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa dan lain-lain. Kemudian ketika kita memasuki dunia pekerjaan pun terdapat organisasi seperti serikat pekerjaan ataupun sebuah organisasi untuk profesi yang sama seperti Ikatan Dokter Indonesia, dan sebagainya.  Jadi secara langsung dan tidak langsung, kita pernah melibatkan diri didalam organisasi, bahkan kita pun berada di organisasi terkecil yaitu keluarga. Alasan yang kuat yang mendasari seseorang ataupun beberapa orang terlibat didalam organisasi itu dikarenakan manusia itu tidak dapat hidup sendiri, manusia itu merupakan makhluk sosial yang memerlukan bantuan orang lain. Terdapat beberapa pengertian menurut para ahli, yaitu:


Menurut James L Gibson (1985), organisasi adalah kesatuan yang memungkinkan masyarakat mencapai suatu tujuan yang tidak dapat dicapai individu secara perorangan.


Sedangkan menurut mulyadi (2007), organisasi pada hakikatnya adalah sekelompok  orang yang memiliki saling ketergantungan satu dengan yang lainnya, yang secara bersama-sama memfokuskan usaha mereka untuk mencapai tujuan tertentu atau menyelesaikan tugas tertentu. 


Kemudian menurut Tre Watha dan Newport (dalam Winardi,2004) sebuah organisasi dapat kita nyatakan sebagai sebuah struktur sosial yang didesign guna mengoordinasi  kegiatan dua orang atau lebih, melalui suatu pembagian kerja dan hirarki otoritas, guna melaksanakan pencapaian tujuan umum tertentu.


          Dari beberapa pengertian yang sudah dijelaskan oleh beberapa ahli , organisasi adalah kesatuan yang terbentuk oleh beebrapa orang yang memiliki sedikit atau semua kesamaan tentang latar belakang, identitas, harapan, dan berbagai hal lainnya untuk mencapai tujuan bersama secara bersama-sama. 


         Organisasi seharusnya memiliki kesatuan yang utuh, namun dari berbagai sudut pandang setiap organisasi memiliki tujuan dan kegiatan yang berbeda dengan organisasi lainnya begitupun dengan orang yang terlibat didalamnya. Setiap organisasi memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda. Namun ada ciri-ciri dan karakteristik yang bisa mewakili organisasi secara umum. Adapun ciri-ciri menurut Edgar H. schein (dalam winardi, 2001) berpendapat bahwa semua organisasi memiliki empat macam ciri atau karakeristik sebagai berikut:

a.       Koordinasi upaya

b.      Tujuan umum bersama

c.       Pembagian kerja

d.      Hierarki otoritas


     Selain memiliki ciri-ciri dan karakteristik, organisasi pun memiliki faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya organisasi:

1.      Organisasi diyakini sebagai pemersatu

2.      Organisasi sebagai media pembelajaran

3.      Organisasi menjadi tempat pengembangan kepribadian

4.      Harapan mendapat manfaat


Organisasi pun memiliki prinsip-prinsi organisasi sebagai berikut:

1.      Keterbukaan

Organisasi membuka diri untuk berkerja sama dengan pihak manapun

2.      Kebersamaan

Pimpinan, bawahan, dan seluruh pemangku kepentingan wajib sama-sama bekerja.

3.      Keberlangsungan

Organisasi harus bersiap diri menghadapi berbagai ancaman yang mengganggu agar tetap berjalan terus tanpa batas waktu.


 


NAMA  : ISMI RANJANI MAKRUF
NPM     : 15514513
KELAS : 3PA22

Sumber:


Duha, T. (2016). Perilaku organisasi. Yogyakarta: Deepublish.

KEGIATAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA


Kegiatan atau aktivitas manajemen sumber daya manusia secara umum dapat dikategorikan menjadi empat yaitu:

1.      Persiapan dan pengadaan

Kegiatan persiapan dan pengadaan meliputi banyak kegiatan diantaranya adalah kegiatan analisis jabatan yaitu kegiatan untuk mengetahui jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi beserta tugas-tugas yang dilakukan dan persyaratan yang harus dimiliki oleh oleh pemegang jabatan tersebut dan lingkungan kerja dimana aktivitas tersebut dilakukan. Untuk dapat melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran, manajemen sumber daya manusia sudah barang tentu harus mengetahui keseluruhan tugas yang ada dalam organisasi berikut dengan rincian tugas (job description), persyaratan tugas (job spesification), dan standar kinerja (job performance standard).

Selanjutnya sebagai landasan kegiatan dilakukan perencanaan sumber daya manusia, yaitu memprediksi dan menentukan kebutuhan tenaga kerja pada masa sekarang dan yang akan datang, baik jumlahnya maupun keahlianya atau jenisnya. Rencana sumber daya manusia akan menunjukkan jumlah yang akan direkrut dan kapan dilakukan rekrutmen untuk menarik calon pegawai yang berpotensi untuk mengisi jabatan. Setelah sekumpulan pelamar diperoleh, dilakukan seleksi untuk mendapatkan pegawai yang memenuhi persyaratan. Kemudian, setelah mereka diterima, sering kali kemampouan mereka sepenuhnya belum sesuai dengan keinginan organisasi, sehingga dilakukanlah program orientasi, setelah itu dilakukan penempatan.


2.      Pengembangan dan penilaian

Setelah mereka bekerja secara berkala harus dilakukan pelatihan-pelatihan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pegawai dan menjaga terjadinya keusangan kemampuan pegawai akibat perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja. Kemudian dilakukan penilaian yang bertujuan untuk melihat apakah untuk kerja pegawai sesuai dengan yang diharapkan, dan memberikan umpa balik untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja. Selanjutnya membantu perencanaan karir pegawai dalam organisasi agar selaras dengan kebutuhan organisasi. Ini diperlukan sebagai usaha pengembangan kemampuan pegawai, karena pegawai yang memasuki suatu organisasi senantiasa mengingkan jabatan yang lebih tinggi dan biasanya dengan tanggung jawab dan gaji yang lebih tinggi.


3.      Pengkompensasian dan perlindungan

Untuk mempertahankan dan memelihara semangat kerja dan motivasi, para pegawai diberi kompensasi dan beberapa kenikmatan atau keuntungan lainnya dalam bentuk program-program kesejahteraan. Hal ini disebabkan pegawai menginginkan balas jasa yang layak sebagai konsekuensi pelaksanaan pekerjaan. Selain  itu untuk melindungi pegawai  dari akibat buruk yang mungkin timbul dari pelaksanaan pekerjaan, serta untuk menjaga kesehatan pegawai.


4.      Hubungan-hubungan kepegawaian

Hubungan-hubungan kepegawaian meliputi usaha untuk memotivasi pegawai, memberdayakan pegawai, yang dilakukan melalui penataan pekerjaan yang baik, meningkatkan disiplin pegawai agar mematuhi aturan, kebijakan-kebijakan yang ada, dan melakukan bimbingan. Kemudian bilamana dalam organisasi terbentuk organisasi atau serikat pekerja, organisasi harus melakukan kerja sama yang sinergis, dalam arti saling menguntungkan antara pegawai dan organisasi. Selanjutnya, dalam waktu-waktu tertentu harus dilakukan penilaian tentang sejauh mana manajemen sumber daya manusia tersebut memenuhi fungsinya, yang dilakukan melalui apa yang disebut audit sumber daya manusia. Agar keseluruhan kegiatan itu terlaksana dengan baik, efektif, dan efisien, perlu dilakukan pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan lain-lain.


NAMA  : ISMI RANJANI MAKRUF
NPM     : 15514513
KELAS : 3PA22

Sumber :
Hariandja, M.,T.,E. (2002). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Grafindo.